Sunday, April 18, 2010

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan memerlukan akanku. "

Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"


Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"



Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."


Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."

" Siapa yang memaksamu?"

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya?"

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"lalu siapa lagi?"

"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

"Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."

"Apa tanda kesabarannya?"

"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar."

" Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."

"Usman bin Affan?"

"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi Thalib?"

"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"

"aku merasa panas dingin dan gemetar."

"Kenapa?"

"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."

"Jika ia berhaji?"

"Aku seperti orang gila."

"Jika ia membaca al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"

"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa bisa begitu?"

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"

"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"

"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam."

"Apa yang dapat menusuk matamu?"

"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul kepalamu?"

"Shalat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu?"

"Majlis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku manusia."

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"

"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"

"Pemabuk."

"Siapa tamumu?"

"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"

"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"

"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu?"

"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?"

"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."

Iblis segera menimpali:

"Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar - benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam

kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?"

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?"

"10 macam"

"apa saja?"

"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

"berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang -orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27).

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "silahkan", dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119) juga membaca,

"Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

"Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong."

Tuesday, December 29, 2009

Bulan Islam: MUHARAM

Muharam adalah bulan pertama daripada bulan-bulan hijriah. Ianya merupakan bulan yang istimewa kerana ia termasuk daripada Bulan Haram yang empat iaitu Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rejab. Dinamakan dengan Muharam kerana bersangatan pengharaman peperangan padanya. Pada bulan ini tidak akan kedengaran desiran padang atau paluan gendang peperangan. Pengharaman tersebut disebutkan adalah kerana para jemaah haji sedang bersibuk-sibuk bersiap dan kembali ke tanahair mereka. Justeru, peperangan diharamkan agar para jemaah haji dapat pulang ke tanahair masing-masing dengan aman dan selamat.


KEISTIMEWAAN BULAN MUHARAM


Dalam menyebutkan keistimewaan bulan Muharam, Nabi SAW pernah menyatakan bahawa Muharam adalah “Bulan Allah”. Imam Muslim meriwayatkan daripada Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang terlebih utama (afdal) selepas Ramadhan ialah puasa di bulan Allah Muharam, dan solat yang terlebih utama selepas solat fardhu ialah solat di tengah malam.

Sesungguhnya disebutkan bahawa Nabi SAW sekali-kali tidak akan menghubungkan satu-satu perkara kepada AllahSWT melainkan perkara tersebut menunjukkan kemuliaan dan kelebihannya. Dikatakan juga dengan berhubungnya perkataan “Bulan Allah” itu menunjukkan bahawa pengharaman peperangan pada bulan ini adalah daripada Allah SWT dan tiada seseorang pun dikalangan makhluk dapat mengubah dan menukarnya.

Hasan al-Basri RA ada menyebutkan: “Allah SWT membuka setiap tahun itu dengan bulan haram (iaitu Muharam) dan menutupnya juga dengan bulan haram (iaitu Zulhijjah).” Hasan al-Basri RA dan lainnya juga mengatakan: “Muharam adalah semulia-mulia bulan dari bulan haram yang empat (iaitu Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rejab).”

PUASA DI BULAN MUHARAM

Puasa sunat di bulan Muharam adalah sangat dituntut dan mempunyai kelebihannya tersendiri berdasarkan hadis yang diriwayatkan di atas tadi. Oleh itu bolehlah kita berpuasa sunat di bulan Muharam ini samada kita berpuasa pada hari Isnin dan Khamis atau berpuasa pada Hari Putih (Ayyam al-Bidh, 13,14 dan 15 hari bukan pada setiap bulan) di bulan ini dan berpuasa secara bersama pada hari kesembilan dan kesepuluh (Hari Asyura) Muharam.

Tuesday, November 10, 2009

Kajian Penyelidikan : Ukhwah Islamiyah

Dan ingatlah nikmat Allah atas kamu, tatkala kamu bermusuh-musuhan, lalu ia jinakkan antara hati-hati kamu, lantas dengan nikmat Allah kamu jadi bersaudara. ( Al-Imran :103 )

Ukhwah atau persaudaraan merupakan nikmat dari kekuatan iman dan ketakwaan yang melahirkan perasaan kasih sayang yang mendalam, rasa saling percaya mempercayai dan hormat-menghormati, sesama insan yang terikat dengan akidah Islamiah. Kesinambungan daripada perasaan ini melahirkan keikhlasan yang tidak berbelah bahagi untuk saling tolong-menolong, berkasih sayang, saling memaafi, setia kawan, dan sikap mulia lainnya. Tidak akan ada ukhwah tanpa iman dan takwa dan begitu juga sebaliknya.


UKHWAH MENURUT AL-QURAN

Perkataan al-akh ( sebutan tunggal-mufrad ) disebut sebanyak 52 kali di dalam al-Quran dengna pelbagai maksud iaitu :

• Saudara kandung seperti pada ayat tentang kewarisan, atau keharaman mengahwini orang-orang tertentu.
"Diharamkan bagi kamu (mengahwini) ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan kamu, saudara-saudara perempuan bapa kamu, saudara-saudara perempuan ibu kamu, (dan) anak-anak perempuan dari saudara-saudara kamu yang lelaki ".(Al-Nisa:23)

• Ikatan kekeluargaan seperti doa Nabi Musa a.s. di dalam Al-Quran
"Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku".(Thaha:29-30)

• Saudara sebangsa, walaupun tidak seagama
"Dan kepada suku 'Ada, (kami utus) saudara mereka Hud". (Al-A'raf:65)

• Saudara semasyarakat
"Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai 99 ekor kambing betina, dan aku mempunyai seekor saja, maka berkata kepadaku, " Serahkan kambingmu itu kepadaku "; dan dia mengalahkan aku di dalam perdebatan ". (Shad:23)

• Saudara seagama
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara". (Al-Hujurat:10)

ASAS UKHWAH

Persaudaraan atau ukhwah berasaskan kepada faktor persamaan seperti persamaan keturunan, kekluargaan, bangsa, masyarakat dan sebagainya. Hari ini muncul pelbagai pertubuhan atau organisasi yang mengikat sekelompok manusia berasaskan kepada persamaan seperti persamaan keturunan, hobi, latar belakang professional, ideologi, agama, organisasi tempat bekerja dan sebagainya.

Persaudaraan tanpa iman dan takwa tidak akan dapat bertahan dengan baik. Ini disebabkan persaudaraan tanpa iman dan takwa akan dihancurkan oleh kepentingan peribadi atau kepentingan kelompok tertentu, pra-sangka isi hati, hasad dengki dan sebagainya.

Asas ukhwah dalam Islam ialah akidah Islamiyah. Hanya Allah Taala sahaja yang mampu untuk menyatukan jiwa-jiwa manusia. Dengan memahami dan menghayati akidah Islamiyah, umat Islam akan menjadi umat yang bersatu dan cemerlang. Seperti firman Allah Taala :

"Dan jika mereka bertujuan hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah ( menjaga dan memberi perlindungan ) kepadamu. Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongannya dan dengan ( sokongan ) orang-orang yang beriman Dan Dialah yang menyatupadukan di antara hati mereka ( yang beriman itu ). Kalaulah engkau belanjakan segala ( harta ) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatupadukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatupadukan di antara ( hati ) mereka. Sesungguhnya Ia Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana". (Al-Anfal:62)

Rasulullah S.A.W bersabda :
"Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri". (Riwayat : Bukhari & Muslim)

Firman Allah Taala :
"Dan tolong menolonglah kamu dalam ( mengerjakan ) kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan". (Al-Maidah:3)

Islam telah menerapkan beberapa prinsip sosial untuk menjamin ukhwah yang sejahtera seperti yang dianjurkan oleh Al-Quran. Antaranya ialah :

• Konsep Khalifah
Manusia diangkat oleh Allah Taala sebagai Khalifah di muka bumi ini. Mereka adalah pemimpin dan wakil Allah untuk memakmurkan alam. Manusia bukanlah penakluk yang berkuasa terhadap seluruh alam atau pimpinannya, tetapi sebagai khalifah untuk memimpin manusia pada jalan yang benar.

• Mengakui dan menghormati perbezaan
Umat Islam hendaklah cuba berusaha untuk mencari titik persamaan antara sesama manusia. Sesuatu yang perlu diakui ialah Allah telah menjadikan manusia ini pelbagai, malah dengan anugerah akal dan nafsu kepelbagaian ini adalha jelas. Sekiranya tiada titik persamaan, hendaklah saling hormat-menghormati sesama manusia, walaupun berbeza akidah. Firman Allah Taala : "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku". (Al-Kafirun:6)

• Menghindari sifat mazmumah yang merosakkan persaudaraan
Prinsip ukhwah atau persaudaraan ialah mencari persamaan yang akan mengikat kasih sayang dan mendorong kepada kekuatan di kalangan segolongan manusia. Bagi tujuan ini hendaklah menghindari secara langsung segala sifat terutama yang bersifat batiniah seperti berpura-sangka, cemburu, iri hati, dan hasad dengki. Seperti Firman Allah Taala : "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kaum (pria) memperolokkan kaum yang lain, kerana boleh jadi mereka ( yang diolok-olokkan ) itu lebih baik daripada mereka ( yang memperolokkan ); dan jangan pula wanita-wanita ( mengolokkan ) wanita yang lain, kerana boleh jadi wanita-wanita yang diperolokkan lebih baik dan mereka ( yang memperolokkan ), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu memanggil dengan gelaran yang buruk. Sejelek panggilan adalah ( sebutan ) yang buruk sesudah iman. Barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (Al-Hujurat:69)

KELEBIHAN UKHWAH

Allah taala mengurniakan beberapa kelebihan bagi mereka yang mengamalkan ukhwah Islamiah dengan ikhlas antaranya ialah :

• Wajah bersinar
"Sungguh di antara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan Nabi dan Syuhada', tetapi para Nabi dan Syuhada' mengingini keadaan seperti mereka, kerana kedudukannya di sisi Allah. Sahabat bertanya: " Ya Rasulullah, beritahulah kami siapa mereka? " Rasulullah S.A.W menjawab : " Mereka adalah satu kaum yang cinta-mencintai kerana Allah tanpa ada hubungan dengan sanak kerabat di antara mereka serta tanpa hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah, wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa di kala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita ketika orang lain berduka cita ". (Riwayat Abu Dawud)

• Dosa diampunkan
“Sesunguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering ketika ditiup angina kencang. Sungguh diampuni dosa merekka berdua, meski sebanyak buih di laut”. (Riwayat Thabrani)

• Berada di bawah naungan arasy
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesunguhnya Allah SWT pada hari Kiamat berfirman: “Di manakah orang yang cinta-mencinntai kerana keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku”. (Riwayat Muslim)



• Berada di bawah naungan Mahabbah Ilahi
“Bahawa apabila seseorang mengunjungi saudaranya di desa yang lain, lalu Allah mengutus Malaikat untuk mengikutnya. Ketika Malaikat bertanya: “Kau hendak ke mana?” Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini”. Malaikat terus bertanya:”Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepadanya?” Dia menjawab: “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya kerana Allah SWT’. Malaikat berkata: “Sesunguhnya aku utusan Allah kepadamu, bahawa allah mencintai orang tersebut kerana-Nya”. (Riwayat Muslim)



• Mendapat syurga dan keredhaanNya
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menjenguk orang sakit atai mengunjungi saudaranya kerana Allah, maka dia akan dipangil oleh Allah: “Berbahagialah langkahmu, dan engkau telah menyediakan tempat tinggalmu di syurga”. (Riwayat Tirmidzi)

• Merasai manisnya iman
Rasulullah SAW bersabda: “Tiga perkara, sesiapa yang memilikinya ia dapat merasakan manisnya iman, iaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta pada seseorang kerana Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mahu dicampakkan ke dalam api”. (Riwayat Bukhari-Muslim)

UKUWAH ASAS KECEMERLANGAN

Pembentukan kerajaan Islam Madinah melalui perlembagaan Madinah merupakan bukti bahawa ukuwah merupakan asas kecemerlangan ummah. Bangsa Arab yang terdiri dari pelbagai kaum dan kafilah telah bersatu untuk memajukan madinah. Peristiwa hijrah Rasulullah bermula dengan rasa ukhwah yang jitu di kalangan penduduk Madinah yang tidak sanggup melihat saudara seislam mereka ditindas dan dizalimi di Mekah. Antara perkara terawal yang dilakukan oleh Rasulullah untuk mencapai kecemerlangan di Madinah ialah :

• Mempersaudarakan kaum Muhajiran dan Ansar
Ukhuwah Islamiah merupakan asas dalam menyatukan kaum Muhajirin dan Ansar. Mereka saling memerlukan dan tolong menolong. 



Bertepatan dengan hadis Rasulullah:
“Seorang Muslim bersaudara dengan Muslim lainnya. Dia tidak menganiaya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi pula kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan dan seorang Muslim suatu kesulitan, Allah akan melapangkan baginya satu kesulitan pula dan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aibnya di hari kemudia”. (Riwayat At-Tirmidzi dari Abu Hurairah)



Larangan di atas di lengkapi dengan hadis yang menyebut:
“Dia tidak mengkhianatinya, tidak membohonginya, dan tidak pula meninggalkannya tanpa pertolongan”.

• Membina Masjid
Masjid merupakan satu alat yang digunakan untuk menyatu padukan masyarakat. Masjid berfungsi sebagai pusat sosial masyarakat. Mereka berkumpul, bertukar-tukar pendapat dan menjalankan pelbagai aktiviti di masjid.

• Perlembagaan Madinah
Perlembagaan madinah merupakan satu perlembagaan negara yang pertama di dunia. Melalui perlembagaan ini Rasulullah bukan sahaja telah menyatukan masyarakat Islam pelbagai kaum, malah juga pelbagai agama dan kepercayaan. Setiap kaum ini diberi hak dan tanggungjawab kea rah kesejahteraan dan kemakmuran Madinah. Melalui kebijaksanaan Rasulullah iini beliau telah membawa negara madinah kepada kecemerlangan melalui jiwa dan semangat ukhwa.

CABARAN UKHUWAH

Cabaran utama kea rah penyatuan jiwa ukhwah Islamiah yang paling besar ialah perbezaan Mazhab dan pendapat dan ideologi. Perbezaan pendapat yang membawa kepada perpecahan telah wujud dalam sejarah peradaban Islam bermula dari kewafatan Rasulullah. Masyarakat islam telah berbeza pendapat tentang siapa yang layak sebagai pengganti Rasulullah untuk menjadi ketua umat Islam. Kemuncak kepada perbezaan pendapat ini telah menyebabkan perpecahan aliran pemikiran dalam Islam. Golongan-golongan ini salingmenidakan sumbangan pihak yang lain dan melahirkan pelbagai slogan dan fatwa yang bercanggah. Perbezaan yang paling ketara ialah antara golongan syiah dan sunni. Malah dalam kelompo sunni sendiri telah berpecah kepada empat mazhab yang besar. Umat Islam sewajarnya melihat perpecahan sebagai satu rahmat kepada seluruh umat Islam. Perpecahan ini sewajarnya menjadi sesuatu yang saling mengukuhkan dan mengisi kekosongan antara satu sama lain.

Kepentingan diri merupakan tembok yang paling besar kepada penyatuan ummah. Seringkali manusia kalah apabila berlaku konflik antara kepentingan diri dan kepentingan umum. Prinsip Islam jelas, bahawa apabila berlaku konflik ini, kepentingan umum adalah mengatasi. Di sini, kekuatan iman yang melahirkan ukhuwah Islam yang sebenar akan diuji. Hanya Iman dan takwa mampu mengenepikan kepentingan diri demi untuk saudara seislam dan agama Islam umumnya.

Friday, September 25, 2009

Kisah Bumi dan Langit

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-tanaman, beberapa gunung dan lain-lain."

Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."

Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."


Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."


Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."

Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."

Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?" Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."

Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?" Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."

Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."

Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam. Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.

Wednesday, September 23, 2009

Rela Dimasukkan Ke Neraka

Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Syurga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu.

Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahawa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa AS kemudian mengkhabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut.

Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS. Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagaimana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat. Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali.

Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya". Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT.

Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS maka Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada umatmu itu bahawa sekarang Aku akan menempatkannya di Syurgaku yang paling tinggi".